Jumat, 16 Desember 2011

Bintang Malam


Bintang Malam

Salahkah aku –seorang laki-laki yang sudah meremehkan dan berharap pada bintang?

Aku membawa dua botol minuman hangat ditangan ku .Ku sodorkan sebotol pada gadis mungil yang duduk diatas rumput tebal di taman ini .Ia menerimanya lalu memandang kembali langit malam diatas sana .Akupun duduk mengambil posisi disebelahnya .
Kamu nunggu apa Fin ?” Tanya padanya .
“Bintang “
Untuk apa menunggu bintang ? malam ini mendung “.
Aku nyakin mereka pasti muncul ,lagipula aku sudah berdoa ,mereka akan bernyayi dengan kita ,tersenyum dengan kita ,menyelimuti tubuh kita yang mulai terasa dingin oleh angin malam.percayalah!!!
Keningku mengkerut sesaat mendengar ucapanya ,aku mendecak “Konyol”.
Finan hanya tersenyum ,senyum yang penuh dengan arti .Sebuah senyuman kepercayaan .Akupun mengikuti arah wajah mungil itu yang memandang keatas langit .Memandang langit malam yang menghitam kelam .Keningku kembali mengerut.
“Aku sudah meminta sesuatu yang paling berharga pada mereka “ kata finan tiba –tiba .
Aku menolehkan kepalaku ,memandang sejenak gadis yang menatap langit penuh tanya .
“Pandanglah kelangit Ka !” .Tersenyum pada mereka walau mereka tidak disini ! karna dengan itulah aku bisa membayar permintaanku pada mereka .”
Haruskah aku juga ?”aku kan tidak meminta apa – apa dari mereka .Lagipula itu konyol ,berharap pada bintang ?” aku sewot .
Finan menoleh padaku sambil tersenyum .Kepercayaan itu masih melekat pada raut wajah mungilnya .
“Tapi kaulah yang berharga yang ku pinta pada mereka yang selalu ku ingikan saat ini Ka !”.
Saat kata itu terlontar dari mulut mungilnya ,saat itupun aku merasakan Finan adalah sesuatu yang berharga saat ini .
………
”Ayo kita pulang !”
“bintang belum muncul ,Ka.”
“Malam ini mendung ,De . Bintang tak akan muncul “.
“Tapi aku ingin menunggunya .”
“Utuk apa menunggu sesuatu yang takan datang ,menghabiskan waktu .itu percuma.”
“Aku nyakin mereka datang . Walau cuma sekali.”
“Kenapa kau egois seperti ini ,De ?”
“Aku bukan egois ,aku hanya ingin melihat mereka .”
“Mereka pasti muncul esok malam . Tunggu esok lagi !”
“Aku akan menunggu hingga fajar .”
“ De,Finan ?!?” aku membentaknya .
Finan bangkit dari duduknya , ia membalas dengan memandangku “ Kenapa Ka Dimas egois ?”
“Justru kau yang egois ,kau hanya mementingkan dirimu sendiri,Tidak dengan aku. Yang sejak tadi mendengar kekonyolan mu.”
“Kak Dimas juga egois .Tidak mengerti maksud Finan .”
“Aku jenuh dan aku tak tak tahan dengan sikap mu.”
“Ka,Mau kemana ?” aku pun bangkit dari tempat dudukku.
“Pulang “. Kataku tampa menoleh padanya.
“Kakak,Mau meninggalkan diriku sendiri disini ?”
Aku menghentikan langkahku dan menoleh padanya  “Kalau begitu pulanglah bersamaku ! Besok kita harus kuliah .”
“Kak Dimas , egois !”
Aku mengerat gigiku ,menahan amarah ,Aku membalikan badanku dan ingin sekali ku membentaknya lagi .Namun ketika itu juga .finan telah berlari menjauh dari taman ini.
“ Finanda ?!?” Aku berlari mengejarnya .Dalam hatiku .Aku menyumpahi dirinya .’ Sial ,siapa sebenarnya yang egois ? siapa sebenarnya yang egois ? Kau , Finan Anugrah ! Kau! Kaulah . Kalau kau bukan adik kelasku atau kekasihku mungkin aku sudah menghabisimu.
Kemudian kejadian tragis itu berlangsung cepat begitu saja , dalam hitungan detik , ketika sebuah mobil truk besar dari arah lawan Finan yang sedang berjalan menyeberangi jalan tanpa harus menoleh kiri dan kanan ,langsung menghantam keras tumbuh mungil itu tanpa ampun ,terpental jauh dari arah taman, darah segar berceceran ,sosok mungil itu sudah tak berbentuk terbentur aspal  . semua terjadi begitu saja ,aku saksi dari kecelakan tragis itu .Tepat depan mataku .
“Finannnnnnnnnnnnn” .

Hari ini adalah hari kematian Finan .
Aku berjalan menelusuri koridor kampus ,setiap orang yang kulihat menatap sinis penuh dengan tundingan dari raut mukanya. Bahkan ada yang langsung mencaci maki diriku .Mengucap sumpah serapah dengan kata kasar untukku.
“Sebuah kecelakan itu ,Dimas bertengkar hebat dengan finan .Pasti itu faktornya ia membunuh Finan .
“Masa ,Hanya karna itu Dimas membunuh Finan ?”
“Iya ,Buktinya bukanya menolong Finan setelah kecelakan itu terjadi ,Dimas malah pergi kabur dari tempat kejadian .Bukankah dengan seperti itu Dimas membiarkan Finan mati secara perlahan lahan.?”
“Dasar lelaki tidak bertanggungjawb !”
“Memang Dimas itu pembawa sial untuk Finan!”.
Well ?Lihat kan ? mereka semua menuduhku .Menyangka aku yang membunuh Finan.Hanya karna aku satu – satunya orang yang berada di lokasi pada malam itu dan karna aku kabur setelah finan tertabak. Ya ! memang benar ! aku kabur membiarkan Finan tergeletak, bersimpangan darah , bahkan dengan muka yang tidak jelas asalnya karna benturan aspal yang begitu keras. Hhhhaaa ternyata seorang Dimas Atmawijaya telah membunuh kekasihnya sendiri yang sangat ia sayangi .Sungguh laki –laki terjahat Dan tidak bertanggung jawab.hahaha tertawa sinis karna bisikan setan.
“Dimas ,Sore nanti lu datang kan ke acara pemakaman Finan?” tanya Hilman teman sebangkuku sambil menepuk bahuku.
Aku melirik tajam pada hilman dan berbicara agak sinis layak sang musuh yang menantang lawan .
“Hahahaha “ seorang pembunuh sepertiku datang keacara pemakaman orang yang dibunuhnya”.    sungguh terlalu.
“Lu bukan pembunuh mas, gua tau lu Cuma saksi dari kecelakan malam itu!” jawab Hilman dengan tegas dan menyakinkan.
“Gak usah sok peduli dah , sok baik dan menghibur gua,  Gua yang membunuh Finan pacar gua sendiri ! jadi lu jangan sok tau ! Dengernya gua tidak akan datang ke acara pemakaman itu TITIK .” jawabku dengan  nada sewot dan Kemudian aku berlalu begitu saja meninggalkan Hilman bagaikan orang tanpa dosa.

Sore ini hari pemakaman Finan.
                Aku membuka helm yang membungkus kepalaku.Kupandang sekeliling makam banyak orang berpakaian serba hitam jauh di sebelah sana. Aku hanya bisa memandangi dari jauh ,sungguh ngiris hatiku ,ingin sekali menjerit dengan keadaan seperti ini kehilangan orang ku sayangi untuk selamanya,air mataku metes ketika ku memandang makam finan dari jauh.
                Cukup sudah aku memakai topeng seharian ini di sekolah.Menyembunyikan sedihku dengan perkataan palsuku .Satu hal yang paling benar adalah “AKU TIDAK MEMBUNUH FINAN!”itu hanya kecelakaan dan aku adalah saksi dari kejadian itu. Aku kabur bukan karna ku tidak peduli tapi karna aku tidak sanggup melihat wajah Finan yang terluka. Bukan karna aku tidak ingin menolong tapi aku tidak sungguh sanggup untuk melihat gadis yang ku cintai merintis karna sakit .Dan ku tidak membesuknya karna aku tidak ingin gadis yang kucintai kritis dan koma tidak berdaya diatas ranjang Rumah sakit .KARNA AKU TIDAK SAMGGUP!”.
                Aku mencintai Finan .Aku tidak mungkin membununya seberapapun kesalnya aku padanya.Finan memang egois .Tapi satu hal yang tak mungkin kulakukan adalah aku membununya .Aku hanya tak sanggup melihatnya,apalagi dipemakaman,aku lebih tak sanggup melihat orang yang ku cintai harus terbungkus kain kafan dengan tubuh yang kaku dan wajah yang pucat dan di masukan kedalam tempat peristirahatanya untuk yang terakhir kalinya.Sungguh aku tak sanggup!.
                Sudah.Aku ingin melepas topengku hari ini .Aku hanya bisa melepas kepergian Finan dari jauh .Dengan sembunyi –sembunyi .Aku nyakin bukan hanya temen Finan yang membenciku tapi kedua orangtuanya pun akan membenciku.Membenci seorang pembunuh! Yang sudah meregut nyawa anak mereka.
                Aku menunduk mencoba menahan air mata di pelupuk mataku ini .Dan ketika kembali ku membuka mata ,aku tersentak.Oh ! ada bintang di sore ini .
                “pandanglah ke langit ka! Tersenyumlah pada mereka walau mereka tidak ada disini! Karna dengan seperti itu aku bisa membayar permintaan mereka pada diriku!”.
                Perlahan aku menarik bibirku menarik dan membentuk sebuh senyuman terindahku,sambil memandangi bintang yang menghiasi langit diatas sana.
“Bintang ,Terimakasih .. Kau sudah menghadirkanya disisiku walau hanya sementara.Maafkan aku karna aku tidak bisa menjaga sekarang ,aku akan mengembalikanya padamu,aku mohon jagalah dia dan temanilah dia !aku ini dia bahagia di surga selimuti tubuhnya dan temani dia bernyayi bersamamu”.
                Tiba-tiba aku mengepal kedua tanganku dan memejami mataku rapat-rapat .Ini Konyol! Sungguh Konyol! Aku mengatakan ini kekonyolan ini pada Finantapi aku sendiripun melakukan hal ini .Semua terlambat.Aku terlambat menyadarinya “Oh ! Bintang. Salahkah aku – yang telah meremehkanmu    --  Dan berharap padamu ?”.
Tiba – tiba pandanganku berahlih kepada Hilman yang berada di pemakaman yang sama melihatku dari kejauhan .Bahkan sempat ku dengar Hilman memanggil nnamaku ! sehingga serentak orang yang berada disana menoleh padaku dengan muka duka mereka .Sontak saja aku langsug  memakai helm .Dan menegaskan motorku secepat mungkin meninggalkan pemakaman .
                Tak sepantasnya aku hidup! Aku hanya bisa menyakiti dan mengkhianati orang yang kusayang! Naku memang lelaki busuk! Tidak tau bertanggung jawab! Bahkan lelaki yang tidak peduli nterhadap orang byang ku sayang.
Aku makin keras menancap gas motorku .menelusuri kota metropolitan ini. Kupandang bintang diatas langit .Oh! ia masih ada disana ‘Oh Bintang !izinkan aku untuk berharap padamu sekali lagi . Ku mohon pertemukan aku dengan Finan.Gadis yang telah ku sakiti dan ku khianati.Aku masih sangat mencintainya.Aku masih ingin bertemu denganya ,bersamanya .Pertemukan aku dengan Finan  yaAllah !.
                Disela –sela tanganku yang masih menggila menegas motorku ,aku sadar air mata ini sudah ingin meledak dari mataku .semakin keras aku menancap motorku menelusuri kota ini.Semua terlihat buram.Terlebih ketika akhirnya aku merasakan hantaman keras pada memekakan telingaku.aku tidak tau apa yang kurasakan ditubuh ini mungkin sudah ancur berkeping keeping atau remuk terkena benturan aspal yang keras .Tapi aku masih bisa melihat potongan –potongan kejadiaan dalam hidupku,seperti menonton film yang tidak jelas alur ceritanya.
Finan…
“Bintang ,Apakah ini waktunya aku bertemu Finan? Terimakasih, Bintang.”
Aku berusaha dengan keras menarik kedua ujung bibirku didalam ketidak berdayaan ini,dengan mengukir senyuman terakhir dan terindah serta membayar  semua permintaan ku pada bintangdiatas langit sana yang telah memandangiku.Tapi tidak bisa ,terlambat.Bibirku sudah kaku untuk digerakan . karna semuapun telah berubah menjaddi gelap.
SELESAI
Nama : Leti Holipiah
Npm :10211210365
Class :C3
Foundation of literature
Universitas Ibn kholdun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar